SDN 2 Wanci Meriahkan Festival Wowine Wakatobi
SDN 2 Wanci memeriahkan Festival Wowine Wakatobi 2025 melalui tari, puisi, cerita rakyat, dan pencak silat sebagai pelestarian budaya.
Festival Wowine Wakatobi menjadi ruang bagi masyarakat untuk merayakan kekayaan budaya daerah sekaligus mengenalkannya kepada generasi muda. Pada pelaksanaan tahun 2025, SD Negeri 2 Wanci turut memeriahkan festival melalui sejumlah penampilan seni yang dibawakan oleh peserta didik.
Apa Itu Festival Wowine Wakatobi?
Festival Wowine merupakan perayaan budaya di Kabupaten Wakatobi yang menyoroti peran perempuan maritim sekaligus menjadi panggung seni, tradisi, dan ekspresi masyarakat lokal. Sejak tahun 2023, festival ini rutin dilaksanakan pada bulan Agustus dengan melibatkan masyarakat, sekolah, komunitas, dan seniman lokal.
Festival ini bertujuan melestarikan budaya, memperkuat peran perempuan, serta memperkenalkan kekayaan dan kearifan lokal Wakatobi kepada generasi muda.
Keterlibatan SD Negeri 2 Wanci
Pada Festival Wowine tahun 2025, SD Negeri 2 Wanci ikut mengisi acara melalui berbagai penampilan seni peserta didik. Partisipasi tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi wujud nyata peran sekolah dalam mendukung pelestarian budaya daerah.
Penampilan Peserta Didik
- Tari Badenda dibawakan oleh siswa kelas IV. Tarian ini mengajarkan nilai kebersamaan, keceriaan, dan penghormatan terhadap tradisi masyarakat pesisir.
- Tari Pajogi juga dibawakan oleh siswa kelas IV. Tarian ini merefleksikan semangat kegembiraan dalam kebudayaan lokal yang erat dengan kehidupan masyarakat maritim.
- Puisi berjudul “Ibu” dibawakan oleh Basmalah Aqiano Azka dan Wa Ode Asyifa, siswa kelas II. Puisi ini menanamkan cinta kasih, penghargaan, dan rasa hormat kepada sosok ibu sebagai bagian penting dalam kehidupan anak.
- Cerita rakyat “Ndoke-ndoke ke La Kolo-Kolopua” dibawakan oleh Muh. Al-Azam Saenun. Cerita tersebut mengajarkan kebijaksanaan, pentingnya menjunjung kebenaran, serta nilai moral yang diwariskan oleh para leluhur Wakatobi.
- Atraksi Pencak Silat ditampilkan oleh Grup Satria Muda SD Negeri 2 Wanci. Penampilan ini menjadi bentuk pelestarian seni bela diri tradisional sekaligus menanamkan disiplin, sportivitas, keberanian, dan tanggung jawab.
Guru Pembimbing
Seluruh penampilan dipersiapkan melalui latihan dan pendampingan para guru SD Negeri 2 Wanci, yaitu:
- Linda, S.Pd.
- Sukarni, S.Pd.
- Wa Ode Eli Mutia, S.Pd.
- Enirmawati, S.Pd.
- Zulhemin, S.Pd.
Kesabaran dan ketekunan para guru pembimbing membantu peserta didik menampilkan kemampuan terbaik sekaligus memahami nilai budaya yang terkandung dalam setiap karya yang dibawakan.
Dokumentasi dan Sambutan Masyarakat
Penampilan peserta didik didokumentasikan dalam bentuk foto dan video. Walaupun kegiatan ini bukan sebuah perlombaan dan tidak memberikan penghargaan kepada peserta, antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Sorak-sorai, tepuk tangan, dan dukungan penonton menjadi bukti bahwa karya anak-anak SD Negeri 2 Wanci mendapatkan tempat di hati masyarakat.
Nilai Edukatif bagi Peserta Didik
Keterlibatan dalam Festival Wowine memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik, antara lain:
- menumbuhkan rasa percaya diri untuk tampil di depan umum;
- menguatkan kecintaan dan semangat melestarikan budaya daerah;
- melatih kerja sama, kedisiplinan, dan tanggung jawab;
- mengembangkan kreativitas dan kemampuan berekspresi;
- membangun sikap menghargai keberagaman seni dan budaya.
Walaupun bukan bagian dari projek P5, kegiatan ini tetap memiliki nilai pendidikan yang kuat dan berkontribusi terhadap pembentukan karakter peserta didik.
Pesan dan Harapan
Kepala SD Negeri 2 Wanci menyampaikan bahwa Festival Wowine merupakan momentum penting untuk mengajarkan kepada peserta didik bahwa budaya adalah warisan yang harus dijaga. Melalui seni tari, puisi, cerita rakyat, dan pencak silat, anak-anak belajar bahwa mereka merupakan bagian dari generasi penerus yang akan merawat dan mewariskan budaya bangsa.
Festival Wowine diharapkan terus dilaksanakan setiap tahun dengan melibatkan lebih banyak pelajar, sehingga menjadi ruang belajar, berekspresi, dan berkarya bagi anak-anak Wakatobi. SD Negeri 2 Wanci berkomitmen untuk terus berpartisipasi dan mempersembahkan karya terbaik sebagai bentuk dedikasi sekolah dalam melestarikan budaya lokal.
Penutup
Keterlibatan SD Negeri 2 Wanci dalam Festival Wowine Wakatobi bukan sekadar penampilan seni, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter, pelestarian budaya, dan pembelajaran yang bermakna. Melalui pengalaman ini, peserta didik memahami bahwa budaya merupakan identitas yang harus dijaga dan diwariskan.
SD Negeri 2 Wanci: sekolah yang cinta budaya dan terus menumbuhkan generasi berkarakter.

Komentar
Posting Komentar
Silakan sampaikan komentar dengan bahasa yang santun. Komentar akan ditinjau sebelum ditampilkan